Pages - Menu

Suci Wulandari

Suci Wulandari
Suci Wulandari

Selasa, 19 April 2011

APRESIASI NOVEL WINTER IN TOKYO KARYA ILANA TAN


Apresiasi Novel Winter in Tokyo
Karya Ilana Tan

Novel ini berjudul Winter In Tokyo, karya Ilana Tan. Novel ini bertema tentang cinta dan kasih sayang. Menceritakan tentang kisah cinta yang penuh liku-liku, mulai dari cinta pertama, kedatangan orang asing, kekerasan, pengorbanan, hingga romantisme. Ilana Tan menggunakan sudut pandang orang ketiga pada novelnya itu, masing-masing tokoh diberi kesempatan untuk mengekspresikan pikirannya, namun Ilana Tan tetap menggunakan sudut pandang pengarang sebagai orang ketiga. Gaya bahasa Ilana Tan dalam Winter in Tokyo ini mirip novel terjemahan. Kata-kata baku dan kalimat khas novel terjemahan. Tidak memiliki ciri khas seperti Andrea Hirata dengan tetralogi Laskar Pelanginya atau ciri khas penulis-penulis teenlit yang menggunakan bahasa sehari-hari. Ide ceritanya sangat menarik dengan penuturan kisah menggunakan kalimat baku yang terstruktur. Kisahnya pun sangat berkesan dan lain dari cerita novel-novel yang lain. Ilana Tan bisa membuat pembaca benar-benar menghayati isi novel tersebut. Ilana Tan bisa mengaduk-aduk emosi setiap pembaca dan membuat kita larut dengan cerita yang ditulisnya. Sesak, rasa sakit Keiko, serta ketulusan Kazuto benar-benar sampai ke hati pembaca dan membuat kita merasa dekat sekali dengan para tokoh.
Ilana Tan menggunakan alur campuran pada novelnya, hal ini dapat dilihat dari sekilas cerita tentang kisah masa kecil Ishida Keiko, dan kisah hidupnya saat dewasa. Novel Winter In Tokyo ini bersetting di Tokyo, dan ceritanya didominasi pada musim dingin. Hal ini dapat dilihat dari kutipan novel di bawah ini :
“Musim dingin sudah tiba dan menyelimuti kota Tokyo.”
Setting lain yang terdapat dalam novel ini antara lain perpustakaan umum di Shinzuku, apartemen, restoran, rumah sakit, gedung pertunjukkan, dan lainnya.
Pelaku utama novel ini adalah Ishida Keiko, seorang wanita muda blasteran Indonesia dan Jepang. Dia bekerja di salah satu perpustakaan umum di Shinjuku dan ia sangat menyukai pekerjaannnya, Ishida Keiko juga memiliki saudara kembar bernama Ishida Naomi yang bekerja sebagai model. Namun Ishida Keiko lebih dominan diceritakan dalam novel ini, sedangkan Ishida Naomi hanya diperkenalkan sekilas saja oleh Ilana Tan. Ishida Keiko digambarkan memiliki sifat ramah, mudah panik dengan imajinasinya, mudah bergaul, santai, pengertian dan penyayang. hal ini dapat dilihat dari kutipan novel di bawah ini :
“tiba-tiba pikiran buruk melintas di pikiran Keiko, bagaimana kalau tetangga barunya itu mendadak sakit!”
Nishimura Kazuto adalah pria yang baru saja tiba dari New York dan tinggal di apartemen yang berhadapan dengan Ishida Keiko. Dia adalah seorang fotografer terkenal di New York, kedatangannya ke Tokyo untuk mencari suasana baru. Dia tipe pria yang ramah, sopan, mudah bergaul dan mengasyikkan sehingga dapat merebut hati Keiko dalam waktu singkat. hal ini dapat dilihat dari kutipan novel di bawah ini :
“kemudian ia menatap Keiko dan berkata “kau gadis yang menarik, Ishida Keiko””
Kitano Akira adalah seorang dokter, dia teman SMP Nishimura Kazuto dan sekaligus orang yang disangka sebagai cinta pertama dari Ishida Keiko. Kitano Akira juga tipe pria yang ramah, sopan, dan profesinya sebagai dokter telah membuatnya cepat dekat dengan orang yang baru dikenalnya. hal ini dapat dilihat dari kutipan novel di bawah ini :
“Kitano Akira menatap Keiko sambil tersenyum ramah, “tadi kau bilang kita belum berkelanan? Baiklah perkenalkan namaku Kitano Akira.””
Mereka adalah orang-orang yang diceritakan oleh Ilana Tan dalam novel Winter In Tokyo ini sebagai pelaku cinta segitiga. Pelaku lainnya adalah Sato Haruka tetangga sekaligus teman dekat Ishida Keiko yang bekerja sebagai penata rambut di Harajuku, Sato Tomoyuki sebagai adik dari Sato Haruka adalah seorang mahasiswa jurusan hukum, kakek dan nenek Osawa yang selalu menjaga apartemen mereka, Takemiya Shinzo sebagai paman Nishimura Kazuto yang tinggal di Jepang, dia juga sangat menyayangi keponakannya itu, ibu Nishimura Kazuto yang tinggal di New York, Yuri sebagai sahabat yang dicintai Nishimura Kazuto .
Semua berawal ketika Ishida Keiko yang tinggal di sebuah apartemen kecil dua lantai di pinggiran Tokyo mendadak kedatangan tetangga baru. Nishimura Kazuto, nama tetangga baru itu. Dia kembali ke Tokyo setelah 10 tahun lamanya tinggal di Amerika dan tidak pernah pulang ke Jepang. Alasan kepulangannya satu, untuk melupakan Yuri. Sahabat, tetangga, dan wanita yang dicintainya dan akan menikah dengan sahabatnya sendiri. Perlahan, Keiko mulai akrab dengan Kazuto. Meskipun kesan pertama Keiko setelah melihat Kazuto Nishimura adalah seorang pria yang cukup berantakan, namun kebaikan hati Kazuto mampu menyentuh hati Keiko dalam jangka waktu pendek, karena Kazuto ternyata seorang pria yang perhatian, baik hati, menyenangkan dan bisa diandalkan. Apartemen mereka yang berhadapan, semakin mempererat hubungan keduanya.
Keduanya tidak sadar ketika cinta perlahan menelusup di hati. Di sisi lain, Keiko yang sejak kecil masih dibayang-bayangi oleh cinta pertamanya, seorang bocah laki-laki bertopi biru yang menolongnya mencarikan kalung di hari bersalju, nampaknya kurang bisa membuka hati ke pria lain walaupun Kazuto sedekat itu dengannya. Keiko yang masih terbayang akan cinta pertamanya, Kitano Akira, mencoba memungkiri perasaannya. Seolah melupakan Kazuto, Keiko terbuai dalam angannya sendiri. Kazuto di pihak lain, lebih ekspresif, mengingat pekerjaannya sebagai street photografer, ia lebih cepat menyadari perasaannya terhadap Keiko. Fokus kameranya selalu membidik sosok Keiko. Mengejar sosok Keiko, dan frustasi karena Keiko tidak pernah bisa melihatnya. Semua berjalan begitu salah. Sampai suatu hari pertemuan tak terduga dengan cinta pertamanya menghampiri dengan tiba-tiba. Ternyata cinta pertama Keiko sewaktu kecil dulu adalah sahabat Kazuto sejak kecil yang bernama Kitano Akira. Keiko yang masih berbunga-bunga lantaran bertemu dengan cinta pertamanya harus menghadapi kenyataan pahit yang lain ketika, sesuatu yang berharga yang telah lama di sampingnya seakan menghilang tak berbekas, karena sebuah kecelakaan tak terduga terjadi yang menyebabkan Kazuto Nishimura kehilangan ingatannya. 
Kemudian, Kazuto kehilangan ingatan karena sebuah kecelakaan. Meninggalkan lubang besar dalam dadanya. Ia masih bisa mengingat hingga hari sebelum kepulangannya ke Tokyo saat ia masih di Amerika. Celakanya ia melupakan bagian terbaik kenangannya selama sebulan di Tokyo. Termasuk seseorang yang sudah menjadi bagian dari hidupnya, atau kejadian saat malam natal, ucapanna di stasiun, janjinya akan hari valentine. Disaat dia tidak bisa mengingat apapun, Yuri bagian dari masa lalu itupun datang. Membuat dia semakin jauh dari orang yang harusnya dia sayangi.
Tapi takdir tetap bermain disini. terhalang apapun, hati nggak pernah berbohong. Dia, dia yang hilang ingatan, yang seharusnya nggak ingat apa-apa selalu berdebar setiap kali melihat orang itu. Orang yang tidak bisa dia ingat. Saat itulah Keiko menyadari bagaimana perasaannya terhadap Kazuto. Ia merasa begitu kehilangan. Dan sangat sakit hati ketika Yuri datang ke Jepang. Namun perasaan tidak bisa bohong. Kendati lupa akan kenangannya bersama Keiko, Kazuto tetap jatuh ke dalam perangkap cinta yang sama. Ia sekali lagi jatuh cinta pada Keiko. Namun, Kazuto tidak bisa berkutik ketika hubungan Keiko dengan Kitano Akira semakin intim. Semua terasa begitu salah.
Hingga akhirnya Ishida Keiko benar-benar menyadari cintanya pada Nishimura Kazuto, dan begitupun dengan Nishimura Kazuto yang sudah pulih dengan ingatannya yang masih mencintai Ishida Keiko sebelum, saat dan sesudah amnesia. Dan akhirnya mereka pun bersama.
Amanat yang terkandung dalam novel Winter In Tokyo  ini adalah pengorbanan dan perjuangan cinta yang takkan sia-sia, dibuktikan dengan sikap Nishimura Kazuto yang awalnya mengalah untuk melepaskan Ishida Keiko pada Kitano Akira karena Ishida Keiko  sangat mengagumi Kitano Akira dan ditambah lagi bahwa Kitano Akira adalah sahabatnya sewaktu SMP, namun Nishimura Kazuto mempertahankannya kembali saat ia tahu bahwa cinta pertama Ishida Keiko yang sebenarnya adalah dirinya, Nishimura Kazuto. Hingga Ishida Keiko  benar-benar menyadari bahwa orang yang benar-benar ia cintai adalah Nishimura Kazuto yang selama ini menghiburnya dan selalu ada untuknya.
Menurut saya kelebihan novel Winter In Tokyo  ini adalah jalan ceritanya yang menarik dan berbeda dari novel-novel lain, sehingga membuat pembaca sulit menebak peristiwa yang terjadi selanjutnya dan juga bisa membuat pembaca penasaran serta mengundang antusias pembaca untuk membaca novel ini. Sampul novel Winter In Tokyo  ini juga menarik, dengan judul yang menarik pula. Penggalan kalimat di awal resensi ini pun adalah salah satu kalimat yang saya sukai, karena itu adalah salah satu kalimat Kazuto untuk menenangkan Keiko yang sedang galau ketika terbungkus kegelapan. Ketika konflik di tengah buku sudah mulai menyeruak, saya semakin bisa merasakan sakitnya hati Keiko seolah-olah saya yang merasakannya. Salut untuk Ilana Tan yang bisa menciptakan novel seindah ini. Apalagi endingnya, bisa membuat pembaca berteriak-teriak sendiri karena senangnya. Novel ini adalah rekomendasi terbaik untuk teman-teman yang suka membaca kisah romance tanpa ada kesan norak di dalamnya. Menurut saya kekurangan novel Winter In Tokyo  ini tidak dapat dipungkiri, penokohan Ilana Tan dalam Winter in Tokyo kali ini, walau pun lebih baik dari penokohan dalam Summer in Seoul, saya rasa masih kurang kuat. Karakter seorang Keiko yang memiliki imajinasi berlebihan hingga menimbulkan kecemasan cukup kuat, namun lainnya itu saya merasa semua tokoh serupa tapi tak sama. Cuma samar. Tidak ada yang membekas di hati. Profil Kazuto dari segi fisik juga tidak jelas, berapa tingginya, warna kulitnya, ciri khas fisiknya (apakah bercodet, memiliki lesung pipi, tampan, bermata coklat, dsb) tidak di deskripsikan Ilana Tan dengan baik. Begitu juga dengan penggambaran dari sisi fisik tokoh lainnya. Memang Ilana Tan memberi gambaran mengenai warna rambut, mata lebar, dan sebagainya, tapi saya merasa masih mengambang (maksudnya kurang kuat). Jadi saya hanya melihat cetak samar abu-abu pada gambaran tokoh lain selain Keiko. Hanya sekedar serentetan nama dan sosok kabur saja.
Pada dasarnya jalan cerita novel ini sangat bagus, kekurangan yang dimiliki novel ini pun tersamarkan oleh jalan ceritanya yang sangat menarik perhatian pembaca. Terlebih lagi saat klimaks yang ada pada cerita dan akhir kisah cinta yang sangat menyentuh hati pembaca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar